Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.*Wikipedia

Solusi Cerdas Gita | Daur Ulang Sampah

Solusi Cerdas Wirausaha Daur Ulang Sampah

Sampah sering kali dikaitkan dengan hal yang menjijikan dan tak berguna. Dibuang, dibiarkan di bawah derasnya hujan, dan dijauhi karena aroma menyengatnya. Kehadirannya pun sering membawa masalah, mulai dari banjir hingga berbagai penyakit. Namun, siapa sangka sampah dapat menjadi hal yang menguntungkan dan bernilai tinggi? Beberapa perusahaan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi bisnis yang menjanjikan dan menguntungkan untuk kelestarian lingkungan. Siapa saja kah mereka?

Solusi Cerdas Gita | Daur Ulang Sampah
Gita (berdiri) menjadi narasumber dalam sebuah seminar kebrsihan 

Sebut saja Gita Noor Wardani seorang penggiat linkungan hidup. Berpusat kegiatan di kabupaten Garut, dengan wadah bernama Paragita Poundation yang merupakan yayasan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomi dan bernilai sosial. Yayasan ini terus berkembang berkontribusi ke tingkat nasional maupun ke tingkat internasional.

Gita pun kerap mengadakan berbagai acara Sosialisasi dan Pelatihan ke berbagai tempat di indonesia, semangatnya untuk menularkan ide dalam gerakan peduli samapah dan menginspirasi berbagai pihak dalam pengeloahan sampah menjadi sebuah karya yang dapat mendatangkan income yang sangat menjanjikan, apalagi karyanya tersebut telah banyak yang terjual ke luar negeri.

Meski demikian, sampai saat ini Gita masih tetap rajin mengikuti pelatihan dan seminar. seperti pada Pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat angkatan ke VI yang diselenggarakan di Hotel Narapati bandung 24-27 April 2018.

Yayasan Paragita memiliki 4 nilai Kerja yaitu Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas, Kerja Keras dan Kerja Cerdas.

1. Kerja Ikhlas arahnya ke atas, memiliki filosofi bahwa apapun yang kita lakukan akan selalu berhubungan dengan Yang Maha Tinggi,

2. Kerja Tuntas dengan simbol ke bawah yang diartikan sebagai tidak ada sisa yang ditimbulkan dan menyatu dengan bumi. Arahnya segaris tetapi berlawanan karena tidak akan menjadi tuntas suatu pekerjaan tanpa adanya unsur “Maha Pencipta” di dalam diri.

3. Kerja Keras akan selalu diperlukan dalam setiap usaha. Dengan kerja keras dan kerja bersama maka tujuan akhir akan bsia segera tercapai.

4. Kerja Cerdas memberikan kita kesempatan untuk berbuat lebih terhadap sesama dengan menghasilkan karya-karya inovatif yang bermanfaat dan bernilai tinggi.

Posting Komentar

 
Top